ESPOS.ID - Kini area hulu sungai Bengawan Solo Purba telah dijadikan sebagai salah satu situs fenomena karst Gunung Sewu Geo Area Wonogiri. (Istimewa/Disarpus Wonogiri)
WONOGIRI (Metro Indonesia) — Sungai Bengawan Solo dikenal sebagai sungai terpanjang di Pulau Jawa dengan panjang sekitar 600 kilometer. Sungai ini berhulu di Pegunungan Sewu, Wonogiri, Jawa Tengah dan kini bermuara di Ujung Pangkah, Gresik, Jawa Timur di Laut Jawa.
Namun, berbagai penelitian geologi menunjukkan bahwa jutaan tahun lalu aliran Bengawan Solo diduga tidak selalu mengarah ke utara. Pada masa lampau, sungai tersebut diperkirakan mengalir ke arah selatan hingga bermuara di Pantai Sadeng, Gunungkidul.
Bekas jalur aliran tersebut kini dikenal sebagai Bengawan Solo Purba, yang berupa lembah kering dan menjadi bagian dari situs Geopark Gunung Sewu.
Perubahan arah aliran sungai ini berkaitan dengan aktivitas tektonik di Pulau Jawa. Fenomena tersebut terjadi dalam proses geologi jangka panjang, terutama akibat pengangkatan Pegunungan Selatan serta perubahan kemiringan daratan.
Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa pada zaman tersier terjadi perubahan struktur permukaan bumi akibat lempeng Australia menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Proses tersebut menyebabkan deformasi geologi yang memengaruhi pola aliran sungai.
Ketika struktur tanah berubah, aliran sungai yang semula mengikuti lereng ke arah selatan secara bertahap berbelok ke utara mengikuti bentuk baru permukaan bumi.
Dilansir pada Selasa (3/3/2026), dokumentasi yang dipublikasikan Dinas Arsip dan Perpustakaan Wonogiri juga menjelaskan bahwa kawasan lembah kering tersebut diyakini sebagai jalur lama Bengawan Solo sebelum terjadi perubahan tektonik.
Pergerakan lempeng bumi di bagian selatan Pulau Jawa menyebabkan wilayah tersebut terangkat sehingga mengubah arah aliran air. Bentuk lembah memanjang dan pola morfologi tertentu menjadi bukti geomorfologi yang memperkuat dugaan tersebut.
Selain penting secara geologi, jejak Bengawan Solo Purba juga memiliki nilai arkeologi. Kajian yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan menyebut kawasan perbukitan karst di sepanjang lembah tersebut memiliki potensi peninggalan purbakala.
Bagi kawasan selatan Jawa seperti Pacitan, Wonogiri, hingga Gunungkidul, temuan ini memberikan perspektif baru tentang sejarah bentang alam daerah tersebut.
Lembah kering dan perbukitan kapur yang terlihat saat ini kemungkinan merupakan jejak aliran sungai besar yang pernah melintas jutaan tahun lalu.
Dikutip dari Espos.id, Fenomena Bengawan Solo Purba menunjukkan bahwa lanskap Pulau Jawa terbentuk melalui proses geologi yang panjang dan dinamis. Dengan demikian, Bengawan Solo bukan hanya sungai terpanjang di Pulau Jawa, tetapi juga saksi evolusi alam yang membentuk wajah pulau tersebut hingga sekarang.
Tags
Seni dan Budaya